PEMBUKAAN KONFERWIL I

KONFERWIL I PW NU PAPUA SELATAN RESMI DIBUKA, RANGKAIAN PLENO BERAKHIR DENGAN MUSYAWARAH MUFAKAT

Merauke, 9 Agustus 2026 — Konferensi Wilayah (Konferwil) I Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Papua Selatan resmi dibuka pada Minggu sore sekitar pukul 13.00 WIT, bertempat di Hotel Halogen, Merauke.

Kegiatan bersejarah bagi perjalanan Nahdlatul Ulama di Provinsi Papua Selatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan unsur pemerintahan, di antaranya Gubernur Papua Selatan, Bupati Merauke, Wakil Bupati Merauke, anggota DPR RI, anggota DPR Papua Selatan, serta jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dari Kabupaten Boven Digoel, Asmat, Mappi, dan Merauke.

Selain itu, turut hadir jajaran PW Muslimat NU, Banser, serta berbagai badan otonom dan unsur keluarga besar Nahdlatul Ulama lainnya.

Pembukaan Konferwil I PWNU Papua Selatan menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menentukan arah perjalanan NU di Papua Selatan ke depan. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi dan musyawarah bagi seluruh perwakilan NU dari empat kabupaten di wilayah Papua Selatan.

Dilanjutkan Empat Rapat Pleno

Usai acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan rangkaian Rapat Pleno I, Pleno II, Pleno III, dan Pleno IV. Seluruh tahapan persidangan berlangsung dengan mengedepankan semangat persaudaraan, kebersamaan, serta mekanisme organisasi.

Pembahasan dalam rapat pleno menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh agenda Konferwil dapat diselesaikan secara tertib dan sesuai dengan ketentuan organisasi.

Setelah melalui proses pembahasan dan musyawarah yang cukup panjang, seluruh peserta akhirnya menyepakati berbagai keputusan penting melalui mekanisme musyawarah untuk mufakat.

Rangkaian Konferwil I PWNU Papua Selatan tersebut berlangsung hingga pukul 23.15 WIT.

Pembentukan Tim Formatur

Salah satu keputusan penting yang dihasilkan dalam Konferwil adalah pembentukan tim formatur yang akan bertugas menindaklanjuti proses penyusunan kepengurusan PWNU Papua Selatan.

Dalam proses tersebut, peserta konferensi menyepakati mekanisme formatur sebagai bagian dari upaya memastikan kepengurusan PWNU Papua Selatan ke depan dapat berjalan secara kolektif, solid, dan mampu menjawab kebutuhan organisasi serta masyarakat di Papua Selatan.

Untuk proses penyusunan kepengurusan selanjutnya, amanah tim formatur sepenuhnya dipercayakan kepada Ust. Poniran, S.Pd., M.H.

Keputusan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kepengurusan PWNU Papua Selatan yang kuat, representatif, dan mampu menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab.

Berakhir dalam Semangat Kebersamaan

Dengan berakhirnya seluruh rangkaian persidangan pada pukul 23.15 WIT, Konferwil I PWNU Papua Selatan resmi menyelesaikan seluruh agenda yang telah ditetapkan.

Proses pengambilan keputusan yang dilakukan melalui musyawarah untuk mufakat menunjukkan komitmen seluruh peserta untuk mengedepankan persatuan dan kebersamaan dalam membangun Nahdlatul Ulama di Papua Selatan.

Konferwil I PWNU Papua Selatan diharapkan menjadi tonggak penting bagi semakin kuatnya konsolidasi organisasi NU di empat kabupaten, sekaligus memperkuat kontribusi NU dalam bidang keagamaan, pendidikan, sosial, kemasyarakatan, serta pembangunan di Provinsi Papua Selatan.

Dengan semangat “NU untuk Papua Selatan, Papua Selatan untuk Indonesia”, seluruh rangkaian Konferwil I PWNU Papua Selatan ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga persatuan, memperkuat organisasi, dan melanjutkan khidmat NU bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *